Saturday, October 22, 2016

Belajar Banyak dari Workshop Perlombaan Karya INOBEL Guru SMP Angkatan II

Belajar Banyak dari Workshop Perlombaan Karya INOBEL Guru SMP Angkatan II
Oleh: Iwan Sumantri

Hotel Allium Batam, 17 sd 21 Oktober 2016 perhelatan Workhop perlombaan karya Inovasi Pembelajaran (INOBEL) guru SMP Angkatan II tahun 2016. Dalam upaya melakukan pembinaan dan peningkatan kompetensi guru, Kemendikbud melalui Dit Pembinaan Guru Dikdas menyelenggarakan perlomban karya Inovasi Pembelajaran (INOBEL) bagi guru SD/SMP yang terbagi menjadi dua angkatan.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya perlombaan karya inovasi pembelajaran bagi guru SMP tahun 2016 diawali dengan workshop. Peserta workshop terbagi menjadi dua angkatan, yang di dalamnya adalah para guru SD dan SMP yang mengirimkan karyanya dan terpilih dari kurang lebih 1200 naskah Inobel. Peserta tiap angkatan terbagi 120 peserta SD dan 120 peserta guru SMP untuk angkatan 1, begitu juga angkatan II.

Tujuan penyelenggaraan workshop ini :
1) Memotivasi Guru SD/SMP dalam melakukan inovasi pembelajaran
2) Memotivasi Guru SD/SMP dalam berkarier melalui karya inovasi pembelajaran
3) Meningkatkan kualitas karya inovasi pembelajaran bagi guru SD/SMP dalam hal penulisan karya tulis ilmiah, pemilihan media, dan presentasi akademik karya ilmiah
4) Meningkatkan tampilan karya inovasi pembelaaran
5) Meningkatkan desiminasi karya inovasi pembelajaran pada teman sejawat
6) Memberikan penghargaa kepada peserta yang karya tulisnya memenuhi syarat untuk mengikuti Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2016.

Peserta workshop adalah guru yang telah menyerahkan karya inovasi pembelajaran dan telah lolos seleksi Naskah Perlomabaan Karya Inovasi Pembelajaran Guru SD/SMP tahap I yang diadakan oleh Direktorat Pendidikan Dasar Tahun 2016.

Peserta Antusias Untuk Menyelesaikan Tugas
Tanya Jawab Peserta Workshop

Peserta workshop terdiri dari bapak/ibu yang ada di tiap provinsi, mulai dari ujung barat sampai timur, yang masing-masing angkatan terdiri dari 120 peserta baim SD maupun SMP.

Monday, October 10, 2016

Daring Guru Pembelajar, Siapa Takut?

Daring Guru Pembelajar, Siapa Takut?
Oleh: Iwan Sumantri


Rabu, 12 Oktober 2016 adalah hari pertama Moda Kelas Daring Murni Tipe 2...salah satu pesertanya adalah saya.
Kegiatan tersebut jadi teringat akan kegiatan online yang diselenggarakan P4TK Matematika. Yang telah banyak memberikan pengalaman dan ilmunya dalam dunia online melalui DOL 15, DOL 45, DOL 2014, E-Training...mudah-mudahan Moda Daring yang akan datang tak akan jauh beda dengan kegiatan-kegiatan online seblumnya.
Guru pembelajar...itulah yang seharusnya kita lakukan untuk semua guru di negeri ini...Ingat Pesan Ki Hajar Dewantara dengan Sistem Amongnya ...Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani....jika ini kita lakukan se optimal mungkin...rasa-rasanya anak-anak di negeri ini akan jadi generasi emas yang bisa kita banggaka.

Belajar sepanjang hayat..inilah saatnya di program Guru Pembelajar...berharap guru tidak galau...Ayo kita jalani program ini dengan lapang dada, ikhlas....dengan satu mooto...rela berbagi ikhlas dalam memberi....so pasti akan banyak hikmah...cerita...rasa...suka...bahagia...dan hal lainnya yang akan membuka wawasan kita semua selalku guru di negeri ini ! 

Friday, October 7, 2016

Kebersamaan Guru Matematika Bersama Telkom Cerdaskan Anak Bangsa

Kebersamaan Guru Matematika Bersama Telkom Cerdaskan Anak Bangsa
Oleh: Iwan Sumantri

Berbicara Telkom tentunya tak akan lepas dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini.  Dewasa  ini kemajuan teknologi dengan era digitalnya semakin pesat dan melaju seperti kilat, susah untuk di ikuti, manakala kita diam dan tak peduli, termasuk dunia maya dunianya internet.Tahukah anda orang yang buta huruf di abad milinium sekarang ini?Orang yang buta huruf di jaman sekarang ini adalah orang yang tak bisa membaca dan menulis itu salah besar. Dijaman sekarang yang serba maju dan komplek ini, pengertian orang yang buta huruf telah bergeser maknanya, orang yang buta huruf adalah orang yang tak bisa berbahasa Inggris dan tidak bisa internetan.

Jadul dan kurang gaul rasanya jika di jaman digital dengan FB-an,Twitter-an, serta lainnya , seorang guru tidak mengenal internet (ICT/TIK yang di dalamnya ada Internet). Lihat anak dan siswa-siswa kita, berapa ratus bahkan ribuan anak sekolah sudah mahir dan trampil dalam menggunakan internet.Malahan diantara mereka sudah bisa menciptakan anti virus,membuat game sendiri,dan aneka kegiatan lainnnya di internet. Mereka lebih tahu dan piyawai serta lebih bisa, di bandingkan guru nya, ini realita di lapangan. Bandingkan prosentasi siswa dan guru yang bisa internetan. Disekolah saya saja, SMP Negeri 3 Cibadak, lebih banyak siswa dibanding guru yang bisa mengakses dan bergelut dengan internet. Tantangan besar kedepan bagi guru di era reformasi dan jaman syarat teknologi dan digital ini, khususnya saya, seorang guru Matematika, yang notabene bergelut dengan angka-angka setiap harinya.

Di era globalisasi millenium dan syarat infomasi sekarang ini, internet menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan. Internet memberikan banyak kemudahan-kemudahan dan manfaat untuk kita, selama kita memanfaatkannya dengan cerdas dan positif.  Kita bisa membaca dan melihat informasi,artikel, berita-berita update dengan mudah melalui internet, kita tinggal berkunjung ke google misalnya,  apa yang kita inginkan, semuanya tersedia. Apala lagi seorang guru profesional yang disyaratkan harus memilki pengetahuan yang lebih di banding dengan siswanya melalui ICT/Internet, pantaslah jika Telkom menyatakan #Indonesia Makin Digital saat ini.

Saya adalah salah seorang guru yang setiap harinya bertugas mengajar,mendidik, melatih para siswa untuk selalu belajar dan belajar agar kelak para siswa menjadi generasi emas di negeri ini tertantang dan selalu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di dunia maya dengan internet yang terpasang dirumah (produk dari Telkom bernama IndiHome on Fiber dengan telpon rumah (0266) 536842 dan HP dengan nomor 08129023275).

Wednesday, October 5, 2016

Membangun Pendidikan Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Flipped Classroom dengan "BEL ME LOG TWEET TEL"

Membangun Pendidikan Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Flipped Classroom dengan "BEL ME LOG TWEET TEL"
Oleh: Iwan Sumantri

Guru Harus Bisa Memanfaatkan TIK Untuk Pembelajaran
TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) kini sudah bukan "barang" langka di masyarakat. Sadar atau tidak, masyarakat diperkotaan maupun dipelosok desa telah banyak menggunakan perangkat TIK. Menurut data, di Indononesia sekitar 82 juta lebih orang menggunakan internet atau peringkat ke- 8 terbesar di dunia.

Fenomena kemajuan teknologi saat ini adalah hal biasa, ada sepasang manusia yang berasal dari dua tempat yang berbeda, bahkan bermil-mil jaraknya, tanpa bertemu muka sebelumnya, namun tiba-tiba bersatu dipelaminan, atau dua orang pelajar di dua negara yang berbeda yang terpaut jarak ribuan kilometer, tak pernah bertemu muka, namun bisa saling berdikusi dan tukar informasi banyak tentang banyak hal dengan sangat mudah dan biaya yang relatif murah.

Semua itu bisa karena pemanfaatan TIK. Semua yang awalnya tak mungkin, di era internet menjadi mungkin dan nyata terjadi. Namun demikian setiap kemajuan teknologi yang positif selalu saja diiringi dampak negatif, seperti halnya menanam padi di sawah, akan selalu muncul rumput dan tanaman lainnya yang sebelumnya tidak kita tanam yang akan mengganngu pertumbuhan padi tersebut. Itulah analogi teknologi sekarang ini. Ini rupanya sudah menjadi hukum alam. Seiring banyaknya manaat TIK, penyalahgunaan pun kian marak dengan berbagai macam modus yang sangat memprihatinkan.

Kondisi ini tentunya harus jadi perhatian kita, apalagi di dunia pendidikan, di sisi lain pendidikan TIK di masyarakat masih jauh dari memadai, ditambah lagi di kurikulum sekolah/kurikulum pendidikan sejak tahun 2013 mata pelajaran TIK dari mulai tingkat SD,SMP/MTS, dan SMA/SMK di tiadakan.

PBM Matematika Iwan Sumantri salah satu blog pribadi yang saya miliki berupaya untuk tidak tinggal diam memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang ini.

Derasnya arus popularitas blog dan jejaring sosial seperti facebook, twitter,path, WhatsApp,youtube,telegram dan lainnya sekarang ini, saya manfaatkan untuk media pembelajaran di kelas dan luar kelas, dengan harapan bisa mengurangi dampak negatif para siswa dalam menjelajah dunia maya/internet.  

Saya adalah seorang guru matematika di salah satu SMP Negeri di kabupaten Sukabumi. Dalam pembelajaran matematika,sebagian guru (termasuk saya di dalamnya), masih menerapkan metode konvensional. Proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas cenderung bertumpu pada aktivitas guru. Guru berperan aktif sedangkan siswa hanya menerima pengetahuan yang disampaikan guru. Dalam hal ini proses pembelajaran matematika masih belum dapat melibatkan siswa secara aktif. Kegiatan belajar matematika akan lebih efektif apabila dalam proses pembelajaran matematika, siswa dapat ditempatkan sebagai subjek pembelajaran dan guru sebagai pengelola proses pembelajaran. Pada tahun pembelajaran 2014/2015 sd sekarang mengajar Matematika di kelas IX. 

 
SMPN 3 Cibadak Kab. Sukabumi (Foto Dok.Pribadi)
Berdasarkan observasi awal di kelas IX SMP Negeri 3 Cibadak,  menunjukkan bahwa pembelajaranmatematika, guru masih menerapkan model pembelajaran yang konvensional. Proses pembelajarannya cenderung monoton, di mulai dari guru menjelaskan materi, memberikan contoh soal dan menerangkan penyelesaian dari soal tersebut, dan diakhiri dengan guru memberikan latihan soal atau pekerjaan rumah (PR). Dari sini dapat diketahui bahwa peran guru masih dominan, guru menjadi pusat ilmu dan informasi sedangkan siswa menjadi pembelajar yang pasif.