Wednesday, December 10, 2008

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
(Oleh : IWAN SUMANTRI, S.Pd )
A. Pendahuluan
Tugas seorang guru, termasuk para guru SMP adalah membantu siswa mendapatkan informasi, ide-ide, ketrampilan–keterampilan, nilai-nilai dan cara-cara berpikir serta mengemukakan pendapat. Namun tugas guru yang paling penting dan menentukan adalah membimbing siswa tentang bagaimana belajar yang sesungguhnya dan belajar memecahkan masalah sehingga hal-hal tersebut dapat digunakan dimasa depan mereka. Karena itu tujuan jangka panjang pembelajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan para siswa agar ketika mereka sudah meninggalkan bangku sekolah, mereka akan mampu mengembangkan diri mereka sendiri dan mampu memecahkan masdalah yang muncul.
Untuk mencapai hal itu, disamping memiliki pengetahuan dan keterampilan matematis, para siswa sudah seharunya memiliki kemampuan untuk belajar mandiri dan belajar memecahkan masalah. Proses pembelajaran yang terjadi selama siswa duduk dibangku sekolah dengan sendirinya sangat menentukan keberhasilan mereka di masa yang akan dating. Untuk mencapai hyal-hal yang disebutkan diatas poembelajaran matematika di SMP juga harus mencerminkan pembelajaran yang aktif, efektif, kreatif dan menyenangkan (PAKEM).
B. Latar Belakang
Salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsisten. Terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa tersebut tercermin melalui kemampuan berpikir logis, analistis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekarja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif (Standar Isi Mata Pelajaran Matematika, Permendiknas No. 22 tahun 2006).
Hasil studi menyebutkan bahwa meski adanya peningkatan mutu pendidikan yang cukup mengembirakan, namun pembelajaran dan pemahaman siswa SMP (pada beberapa materi pelajaran- termasuk matematika) menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pembelajaran di SMP cenderung text book oriented dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pembelajarn konsep cenderung abstrak dan dengan metode ceramah sehingga konsep-konsep akademik kurang bisa atau sulit dipahami. Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, metode yang digunakan kurang bervariasi, dan sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal dan mekanistis.
Mencermati hal tersebut diatas, sudah saatnya untuk diadakan pembaharuan, inovasi ataupun gerakan perubahan mind set kearah pencapaian tujuan pendidikan diatas. Permbelajaran matematika hendaknya bervariasi metode maupun strateginya guna mengoptimalkan potensi siswa. Upaya-upaya guru dalam mengatur dan memberdayakan berbagai variable pembelajaran, merupakan bagian penting dalam keberhasilan siswa mencapai tujuan yang direncanakan. Karena itu pemilihan metode, startegi dan pendekatan dalam mendesain model pembelajaran guna tercapainya iklim PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Menyenangkan) adalah tuntutan yang mesti diupayakan untuk dipenuhi bagi para guru.
C. Tujuan
Pengembangan Pembelajaran Matematika yang disusun oleh penulis dengan tujuan peserta sertifikasi guru jalur pendidikan memiliki kemampuan mengembangkan diri dalam pengembangan pembelajaran matematika yang mengarah pada pembelajaran Matematika yang inovatif.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup tulisan ini meliputi :
1.
Menyiapkan Sumber belajar
2.
Menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS)
3.
Menyiapkan Alat Peraga
4.
Menyiapkan Skema Pembelajaran
5.
Menyiapkan Kegiatan Asesment
6.
Menyiapkan RPP PBM Matematika
E. Menyiapkan Pembelajaran Matematika
Pengajaran berkenaan dengan kegiatan bagaimana guru mengajar serta bagaimana siswa belajar. Kegiatan pengajaran ini merupakan suatu kegiatan yang disadari dan direncanakan. Suatu kegiatan yang direncanakan atau kegiatan berencana, mennyangkut tiga hal, yaitu: perencanaan, pelaksanaan atau evaluasi, demikian juga halnya dengan pengajaran.
Pengajaran dilaksanakan secara berkala, dapat mencakup jangkawaktu yang panjang misalnya untuk SD sampai 3 tahun, dapat juga waktu yang pemdek, misalnya latihan Pembina pramuka selama satu minggu. Apakah suatu pengajaran berjangka waktu lama ataupun singkat, tetap membutuhkan suatu program kerja, yaiotu program kerja yang secara singkat disebut program pengajaran. Program pengajaran merupakan suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yang sudah dirumuskan dalam kurikulum.
Perencanaan program pengajaran harus dipersiapkan sesuai konsep pendidikan dan pengajaran yang dianut dalam kurikulum.Oleh karena itu pada kesempatan ini program pengajaran matematika perlu persiapan sebagai berikut :
1.
Mempersiapkan Sumber Belajar
2.
Mempersiapkan LKS
3.
Menyiapkan Alat Peraga
4.
Menyiapkan Skema Pembelajaran
5.
Menyaipkan Kegiatan Asesment
6.
Menyiapkan RPP PBM Matematika
1. Sumber Belajar
A. Pengertian Sumber Belajar
Belajar sebenarnya merupakan kegiatan mental, yaitu proses penyesuaian susunan pengetahuan yang telah ada pada otak siswa, yang digoncangkan oleh masuknya informasi baru. Kegiatan mental itu terjadi karena dipicu oleh kegiatan fisik siswa berinteraksi dengan sumber belajar yang memuat berbagai informasi.
Sumber belajar diartikan sebagai segala sesuatu, baik yang dibuat atau yang sudah tersedia yang memungkinkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Untuk lebih jelasnya kita rinci urutan pengertian antara informasi (pesan), media, dan sumber belajar. Pesan adalah apayang dipelajari. Media adalah perantara tempat pesan itu melekat. Media bersama pesan yang memungkinkan siswa berinteraksi, disebut sumber belajar. Termasuk pengertian ini adalah alam sekitar, orang (guru), media cetak (buku,lembar kerja siswa, perpustakaan), media peragaan (display), media percobaan (laboratorium), media elektronik (video, audio, computer).
B. Tujuan
Adapun tujuan dari pemanfaatan sumber belajar dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut :
1) Terciptanya pembelajaran matematika sesuai dengan skenario pembelajaran (RPP).
2) Mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya tentang materi.
3) Memperoleh bahan yang tepat dan sesuai dengan kompetensi pembelajaran.
C. Manfaat
1) Tidak salah konsep dalam memahami materi matematika
2) Menumbuhkan inspirasi dalam pikiran untuk membangun pengetahuan baru.
D. Macam
1) Lingkungan
2) Media massa, meliputi media cetak dan elektronik
3) Orang
E. Langkah-langkah
Untuk memilih sumber belajar yang baik hendaknya disesuaikan dengan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator. Setelah ketiganya dipahami kemudian menentukan sumber belajar yang tepat/sesuai.
2. Lembar Kerja Siswa (LKS)
a.Pengertian
LKS adalah lembar kerja siswa yang dibuat oleh guru untuk mengarahkan siswa agar mengausai konsep tertentu agar tujuan pencapaian penguasaan konsep lebih tertanam/tidak cepat lupa, karena anak mengkontruksikan sendiri sehingga mempermudah pelaksanaan pembelajaran.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari penyiapan LKS dalam kegiatan belajar mengajar adalah sebagai berikut :
1) Pencapaian penguasaan konsep
2) Konsep lebih tertanam/tidak cepat luapa karena anak mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.
c. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penggunaan LKS adalah :
1) Kegiatan belajar mengajar menjadi lebih mudah
2) KBM lebih terarah
d. Macam-macam LKS
1) LKS terstruktur
2) LKS Latihan Soal
3) LKS Pemecahan Masalah
e. Langkah-langkah
Langkah-langkah penyiapan LKS adalah sebagai berikut :
1) Menentukan SK, KD, dan Indikator
2) Menetukan macam LKLS
3) Menyusun LKS
3. Alat Peraga
a. Pengertian
Alat Peraga adalah adalah alat-alat yang digunakan oleh guru untuk memperjelas materi pembelajaran agar mudah dipahami oleh siswa.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran matematika, antara lain pertama, secara psikologis, taraf berpikir peserta didik SMP/MTs masih berada pada tahap operasi konkret, sedangkan substansi matematika bersifat abstrak, sehingga dengan memanfaatkan alat peraga, peserta didik akan lebih mudah memahami konsep, prinsip matematika yang abstrak tersebut. Kedua, dapat menumbuhkan rasa senang peserta didik untuk belajar matematika. Selain itu Alat Peraga juga sebagai sarana bagi guru untuk menciptakan pembelajaran saktif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga pserta didik dapat menemukan sendiri konsep yang berupa konsep maupun prinsip dalam matematika.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari penggunaan alat peraga adalah untuk memperjelas materi pembelajaran terutama yang bersifat abstrak.
c. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penggunaan alat peraga adalah :
1) Pembelajaran menjadi lebih menarik
2) Siswa lebih mudah memahami materi pelajaran dan tidak salah konsep.
d. Macam-macam alat peraga
1) Benda konkrit
2) Model
3) Charta
e. Langkah-langkah
Langkah-langkah penggunaan alat peraga adalah sebagai berikut :
3) Menentukan materi pelajarn
4) Menetukan alat peraga yang cocok
2) Menyiapkan alat peraga
3) Menggunakan alat peraga
4) Evaluasi dan refleksi penggunaan alat peraga.
f. Contoh kasus
Tidak semua guru menguasai penggunaan alat peraga.
4. Skema Pembelajaran
a. Pengertian
Skema pembelajaran adalah langkah-langkah atau alur kegiatan yang dipersiapkan oleh guru dalam mengkondisikan pembelajaran dari pendahuluan sampai penutup.
b. Tujuan
Adapun tujuan dari penyiapan skema pembelajaran adalah agar pembelajaran lebih kondusif, efektif dan tercapainya tujuan pembelajaran.
c. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penggunaan alat peraga adalah :
1) Memberikan arah bagi guru dalam mengelola pembelajaran, mnerapkan metode, pendekatan dan model pembelajaran.
2) Mempermudah peserta didik dalam merespon berbagai instruksi yang diberikan oleh guru sehingga peserta didik tidak kebingungan.
d. Langkah-langkah
1) Dari sisi pencapaian kompetensi
Tahap I : Athitude
Tahap II : Methode
Tahap III : Content
2) Dari sisi struktur
Tahap I : Pembukaan
Tahap II : Kegiatan Inti
Tahap III : Penutup
3) Dari sisi pola interaksi
Tahap I : Klasikal
Tahap II : Kelompok
Tahap III : Individu
4) Menurut Bloom
Tahap I : Ingatan
Tahap II : Penalaran
Tahap III : Analisis
Tahap IV : Sintesis
Tahap V : Evaluasi
5) Dari sisi pencapaian
Tahap I : Will
Tahap II : Athitude
Tahap III : Knowledge
Tahap IV : Skill
Tahap V : Experience
6) Dari sisi pencapaian kompetensi
Tahap I : Athitude
Tahap II : Methode
Tahap III : Content
e. Contoh Kasus
Jumlah siswa tidak sesuai dengan yang diprediksi karena ada siswa yang tidak masuk.
5. Kegiatan Asessment
a. Pengertian
Assesment adalah kegiatan guru untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam pembelajaran, selama PBM berlangsung.
b. Tujuan
Untuk mengetahui daya serap dan tingkat kemajuan siswa dalam belajar.
c. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari penggunaan alat peraga adalah :
1) Untuk mendapatkan informasi kemajuan belajar
2) Sebagai bahan refleksi untuk perbaikan pembelajaran berikutnya
3) Sebagai acuan pelaksanaan remidial dan pengayaan
4) Sebagai bahan laporan kepada orang tua siswa
d. Macam-macam Asessment
1) Penilaian kelompok
2) Penilaian individu
3) Penilaian kelas
e. Langkah-langkah
Langkah-langkah penggunaan alat peraga adalah sebagai berikut :
1) Menentukan tujuan
2) Mnyiapkan instrumen
3) Melaksanakan penilaian
4) Menanalisis instrumen
5) Melaporkan hasil
f. Contoh Kasus
Penilaian terhadap siswa dalam menggunakan jangka untuk melukis segitiga.
Model penilaian ini dapat digunakan untuk mengukur aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.
6. RPP PBM Matematika
a. Pengertian
RPP adalah sebuah rencana dalam proses belajar mengajar agar kegiatan belajar mengajar lebih terarah dan berjalan lancar secara efektif dan efesien
b. Tujuan
1. Mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan hasil PBM
2. Dengan menyusun RPP secara profesional, sistematika dan berdayaguna, maka guru akan mampu melihat, mengamati dan menganalisis serta memprediksi program pembelajaran sebagai kerangka yang logis dan terencana.
c. Fungsi
Sebagai acuan guru melaksanakan KBM agar lebih terararh dan berjalan secara efektif dan efesien
d. Komponen
1. Identitas Mata Pelajaran
2. Aspek
Materi
Kelas/ Semester
Waktu
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
A. Tujuan Pembelajaran
B. Materi Ajar
C. Metode Pembelajaran
D. Langkah-langkah Kegiatan
E. Alat dan Sumber Belajar
F. Penilaian
(Contoh RPP terlampir)
F. Kesimpulan
1. Persiapan yang matang oleh seorang guru sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu guru hendaknya membuat skenario pembelajaran terlebih dahulu sebelum proses belajar mengajar berlangsung sehingga kegiatan belajar akan lebih terarah, terstruktur dan lebih dari itu mudah dipahami oleh siswa.
2. Pemilihan metode yang tepat, juga akan menumbuhkan minat siswa terhadap pelajaran matematika sebab selama ini sebagian siswa merasa jenuh belajar matematika karena mereka menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Oleh karena itu guru dituntuk untuk aktif, kreatif, dan inovatif dalam membelajarkan siswa.
2. Agar tujuan pengajaran dapat tercapai, guru harus mampumengorganisir semua komponen persiapan pembelajaran sedemikian rupa sehingga antara komponen yang satu dengan lainnya dapat berinteraksi secara harmonis
4. Dalam melakukan pembelajaran matematika harus bisa membuat situasi yang menyenangkan, memberikan alternative penggunaan sumber belajar, LKS, Alat Peraga, Skema Pembelajaran, Kegiatan Asesment dan RPP PBM Matematika yang bisa digunakan pada berbagai tempat dan keadaan, baik disekolah maupun di rumah.
******





DAFTAR PUSTAKA
Fadjar Shadiq,M.App.Sc (2005). Bahan Ajar Diklat Guru Matematika SMP untuk Pendidik Dasar sesuai dengan KTSP
Nurhadi.2002. Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual.Jakarta: Depdiknas
Puskur dan Balitbang.2002. Pembelajaran Kontekstual. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
R. Ibrahim, Nana Syaodih S (2003. Perencanaan Pengajaran . Jakarta: Rineka Cipta.
Slavin, Robert. 1995. Cooperative Learning Theori, Research and Practice. New York. John Hopkins University.
Sudjana, Nana. 1991. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suparno, 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Filsafat.
Sanjaya, Wina.2006. Strategi Pembelajaran. Bandung: Prenada Media Group
Sugiarto, dkk. 2000. Petunjuk Penggunaan Alat Peraga. Semarang : Lab. Matematika.

1 comment:

Dewi Junianthy said...

apa yang dimaksud dengan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif???

Bisa gak diberikan contohnya menyangkut bagaimana individunya atau siswanya??
Maksudnya bagaimana seorang siswa dapat dikatakan sudah berpikir logis, sistematis, analitis, kritis dan kreatif???