Thursday, December 4, 2008

USAHA-USAHA (SAYA) UNTUK MENINGKATKAN PBM MATEMATIKA MENUJU KUALITAS KEDUA ( ANTARA TEORI DAN PENGALAMAN)

(Oleh : Iwan Sumantri, S.Pd Peserta Sertifikasi Jalur Pendidikan UNY 2008)



1. Adanya kesadaran pada diri guru untuk senantiasa dan secara terus menerus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas kerja sebagai guru profesional.
2. Meningkatkan kualitas pribadi selaku guru matematika dengan berbagai macam kegiatan yang ada kaitannya dengan peningkatan PBM matematika seperti MGMP,seminar dll
3. Memperbanyak tukar pikiran tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengalaman mengembangkan materi pembelajaran dan berinteraksi dengan peserta didik. Tukar pikiran tersebut bisa dilaksanakan dalam pertemuan guru matematika di sanggar kerja guru, ataupun dalam seminar-seminar yang berkaitan dengan hal itu. Kegiatan ilmiah ini hendaknya selalu mengangkat topik pembicaraan yang bersifat aplikatif, artinya, hasil pertemuan bisa digunakan secara langsung untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar matematika. Hanya perlu dicatat, dalam kegiatan ilmiah ini semacam ini hendaknya faktor-faktor yang bersifat adminsitrartif harus disingkarkan jauh-jauh. Misalnya, tidak perlu yang memimpin harus kepala sekolah
4. Akan Lebih baik kalau apa yang dibicarakan dalam pertemuan-pertemuan ilmiah yang dihadiri para guru matematika adalah merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh para guru matematika itu sendiri, dimana harus diyakini bahwa hasil-hasil penelitian tentang apa yang terjadi di kelas dan di sekolah yang dilakukan oleh para guru matematika adalah sangat penting untuk meningkatkan kualitas PBM matematika menuju kualitas kedua. Sebab masih banyak masalah-masalah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas yang sampai saat ini belum terpecahkan dan perlu untuk dipecahkan. Misalnya, langkah-langkah apa saja yang harus dipecahkan untuk menghadapi murid yang malas atau mempunyai jati diri yang rendah atau pemalas dalam belajar matematika di kelas. Bagaimana mendorong peserta didik agar mempunyai motivasi untuk belajar matematika. Bagaimana cara menanggulangi peserta didik yang senantiasa punya anggapan bahwa matematika itu susah, sulit, sukar. Bagaimana meningkatkan interaksi belajar siswa dll.
5. Guru matematika harus membiasakan diri untuk mengkomunikasikan hasil penelitian yang dilakukan, khususnya lewat media cetak. Untuk itu tidak ada alternatif lain bagi guru untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis laporan penelitian ( misalnya menulis PTK ).
6. Meningkatkan kegiatan profesional kesejawatan yang baik, harmonis dan obyektif dengan disertai adanya wadah/kelembagaan, bentuk kegiatan, mekanisme, dan standard profesional practice.
7. Kelompok kegiatan yang dibentuk merupakan wadah kegiatan dimana antara anggota sejawat bisa saling asah, asuh dan asih untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing khususnya kualitas dalam meningkatkan PBM Matematika.
8. Secara terperinci kegiatan kelompok ditunjukan untuk :
a) Meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Matematika (misalnya seperti diskusi tentang silabus,RPP,Substansi materi pelajaran, mengkaji hasil evaluasi penampilan guru dll)
b) Meningkatkan penguasaan dan pengembangan keilmuan matematika ( misalnya kegiatan kajian jurnal dan buku baru, mengikuti jalur pendidikan yang lebih tinggi, melaksanakan penelitian dll)
c) Meningkatkan kemampuan untuk mengkomunikasikan masalah akademis (misalnya kegiatan menulis artikel, menyusun laporan penelitian) menyusun makalah, meriview buku dll)
9. Membuat wadak aktifitas profesional untuk meningkatkan kemampuan profesional guru matematika yang tidak bersifat searah tetapi bersifat multiarah, artinya aktifitas yang dilaksanakan bersifat komprehensif dan total yang mencakup presentasi, obervasi, penilaian, kritik, tanggapan, saran dan bimbingan. Agar kegiatan kelompok bisa berjalan dengan baik, sehingga dapat diwujudkan hubungan timbal balik kesejawatan yang obyektif bebas dari rasa rikuh, pekewuh dan sentimen perlu dikembangkan suatu norma kriteris yang obyektif sebagai dasar untuk saling memberikan penilaian terhadap karya dan penampilan sejawat yang berdasarkan acuan kerangka teoritis dan praktis yang bisa dikaji. Misalnya untuk menilai PBM matematika yang bisa di kembangkan berdasarkan kerangka perilaku guru yang baik .

No comments: