Tuesday, October 13, 2009

RENUNGAN BUAT SANG GURU


“Berbuat baik kepada Kedua Orang Tua dan Bersilaturahmi“
Oleh : Iwan Sumantri, S.Pd
§ Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia.
§ Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,
§ "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah," kata si bayi.
§ Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu."
§ "Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia." demikian kata si bayi.
§ Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.
§ Si bayipun bertanya kembali, "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?"
§ Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa."

§ Si bayipun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, "Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?“
§ Dengan penuh kesabaran Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun."
§ Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi."
§ Dan Tuhanpun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu."
§ Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?"
§ Tuhanpun menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu... IBU ..."

  • Kenanglah Ibu yang menyayangimu
  • Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi .....
  • Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu, tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu ..?
  • Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? ..dan ingatkah engkau
    ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
  • Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan ,
  • Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
  • Simpanlah sejenak kesibukan-kesibukan duniawi yang selalu membuatmu lupa untuk pulang
  • Segeralah jenguk ibumu yang berdiri menantimu di depan pintu bahkan sampai malampun kian larut.
  • Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, ketika ibu telah tiada ……………
  • Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita
  • Tak ada lagi senyuman indah ... tanda bahagia.
  • Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya,
  • Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya.
  • Tak ada lagi yang menyiapkan sarapan pagi untukmu makan, tak ada lagi yang rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit...
  • Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya.

  • Kembalilah segera ….. peluklah ibu yang selalu menyayangimu ..
  • Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu, dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya.
  • Anak-anakku berdo'alah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan kasih sayangnya jangan biarkan engkau menyesal di masa datang kembalilah pada ibu yang selalu menyayangimu ..
  • Kenanglah semua - cinta dan kasih sayangnya ...
  • Ibu .. maafkan aku .
  • Sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas
Allah Ta’ala berfirman : ” Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tua” (Al-Ankabuut:8)
  1. Dari Abu Hurairah ra,. Ia berkata : ” Kali tertentu seorang lelaki datang kepada Rusullah saw, lalu bertanya : ” Wahai Rasullah, siapakah yang paling berhak aku pergauli dengan baik?” Rasullah menjawab : ” Ibumu!” lalu siapa?” Rasullah menjawab : ” Ibumu!” Sekali lagi orang itu bertanya : ” Kemudian siapa?” Rasullah menjawab : ” Bapakmu!”
( HR Bukhari dan Muslim)
  1. Dari Abu Abdurrahman bin Mas’ud ra., ia berkata : ” Saya bertanya kepada Nabi saw : ” Amal apakah yang paling disukai oleh Allah Ta’ala? ” Beliau menjawab : ” Shalat pada waktunya.” Saya bertanya lagi ; ” Kemudian apa? ” Beliau menjawab : ’ Berbuat baik kepada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi : ”Kemudian apa ? : Beliau menjawab : ’ Berjihad (berjuang) dijalan Allah”
( HR Bukhari dan Muslim)
  1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Rasullah saw bersabda : ” Seseorang tidak dapat membalas budi kedua orang tuanya, kecuali jika mendapatkan orang tuanya menjadi budak, kemudian ia beli dan memerdekakannya.”
( HR. Muslim)

Wednesday, August 12, 2009

KBM KESEBANGUNAN BANGUN DATAR

PBM BERIKUT APAKAH INOVATIF?
Oleh: Iwan Sumantri, S.Pd


Mengawali kegiatan KBM di kelas IX, diawali dengan materi Kesebangunan Bangun Datar yang dialokasikan dengan waktu 18 Jam Pelajaran. Salah satu Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar adalah menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah dengan uraian materi penyelesaian soal cerita yang berkaitan dengan kesebangunan. Pada KBM tentang materi tersebut penulis coba dengan permasalahan yang aktual dan kontekstual. Seperti biasanya KBM di awali dengan apersepsi, dilanjutkan dengan kegiatan inti. Pada kegiatan inti inilah penulis sodorkan permasalahan yang kontekstual sebagai berikut:Hampir setiap hari Senin kita mengadakan upacara bendera, tapi tidak sedikit dari kita tidak tahu berapa tinggi tiang bendera yang ada disekolah kita. Coba melalui LKS berikut kita cari berapa tinggi tiang bendera tersebut dengan mengunakan konsep kesebangunan segitiga.
Langkah-langkah :
1. Siswa berekelompok 4-5 orang secara heterogen

2. Setiap kelompok, silahkan bekerjasama untuk menentukan tinggi tiang bendera tersebut dengan menggunakan konsep kesebangunan segitiga
3. Buatkan langkah-langkah kerjanya
4. Tentukan hasil akhir/kesimpulannya yaiti: Berapa tinggi tiang bendera tersebut?
5. Buatkan laporan kegiatan tersbeut secara rinci dan lengkap!

Itulah kutipan sebgian kecil PBM matematika di kelas IX.
Alhasil... mereka antusias sekali melakukan kegiatan tersebut dengan berbagai macam ide yang kreatif masing-masing kelompok, seperti yang tersorot lewat kamera penulis disamping.Dari kegiatan tersebut terlihat mereka memang perlu inovasi baru dalam PBM Matematika, mereka perlu dunia nyata bagaimana matematika dikaitkan dengan permasalahan sehari-harai yang mereka alami... dan inilah celotehan mereka setelah belajar matematika tsb:
- menurut saya belajar matematika sambil praktek itu sangat menyenangkan !! (saeful Ar)
- saya sangat senang bisa praktek langsung dilapangan, karena belajar matematika jarang seperti ini, tapi sayang panas ( Anggi )
- menurut saya belajar sambil dipraktekan itu akan menambah keyakinan pada diri
kita bahwa hal itu nyata dan bahwa rumus-rumus matematika itu benar ( Bina Rusman)
-belajar apapun kalau kita bisa langsung ke lapangan akan
sangat menyenangkan karena dapat menghilangkan kejenuhan di kelas , pokoknya asyik dech !! ( Putri)
- belajar seperti tadi sungguh mengasyikan (Susi Eka)
- Dengan melakukan kegiatan meneliti langsung kelapangan, membuktikan konsep kesebangunan itu benar, antara benda satu dengan lainnya, sehingga
kita tidak terpaku pada teori saja ( Cahyagi)
- Dengan melakukan kegiatan ini, siswa dapat belajar bekerjasama dalam timnya dan dapat menimbulkan sikap kebersamaan (Fuji)
- Pak, belajar diluar ruangan itu sangat mengasyikan, karena kita bisa lebih aktif dan kita tidak hanya terpaku oleh angka-angka seperti pada saat belajar di ruangan kelas yang hanya duduk-duduk saja!! ( Dede S) )
- Pak belajar dikelas sangat membosankan, mendingan di luar kelas terus!! (Guruh)

.................................................................................................................................
itulah ungkapan tulus sebagian anak kita yang bisa mewakili kita untuk mengajar lebih inovatif dan tidak membosankan bagi siswa.

Thursday, June 18, 2009

SEBUAH UNTAIAN KATA DARI SEORANG GURU MATEMATIKA

KATANYA, TERNYATA
Oleh : Iwan Sumantri, S.Pd

Katanya Guru Pemberi Kedamaian
Maka Guru Berkeliling
Menyebarkan Hati Damai, Rasa Damai, Ilmu dan
Prinsip Damai Pada Setiap Siswa
Tetapi Guru Dimusihi

Katanya Guru Penanam Cinta
Makanya Guru Pergi Ke seantero negeri
mengulurkan tangan cinta
Menyanyikan Lagu Cinta
Melantunkan puisi cinta
Tetapi guru di benci

Katanya Guru Pemberi Kemesraan
Maka Guru Menelusuri Nusantara
Mengakrabi setiap manusia
Merangkul Alam dan segala Hamba
Mengikati Tali Sejati Persaudaraan
Tetapi Guru Dikucilkan

Katanya Guru Pembangun Demokrasi
Maka Guru Buka Hati
Guru Dewasakan Pikiran Siswa
Agar Setiap Insan Mendapatkan Tempat dan ruang
Tapi Guru di buang

Katanya guru Perangai Kebersamaan
Maka Guru Hindarkan kemenangan
Tak tega siapapun dikalahkan
Guru ikat diri dalam maiyah kebersamaan
Profesionalisme Tak sejengkalpun ditinggalkan
Tetapi Guru Dihina dan ditiadakan

Katanya Guru Pemimpi Keselamatan
Maka Guru Kuakkan Setiap Jalan Keluar
Guru bawakan Segala Persyaratan
Guru Hembuskan Udara Ketetraman
Guru Gali Cinta, agar segalanya menyejukan
Tapi Jalan Guru Buntu dan Guru dicelakakan

Katanya Guru Pendamba Kesejahteraan
Maka Guru minggir menghindar persaingan tak bermakna
Guru Usir dirinya sendiri dari ramainya perebutan kekuasaan merintis Keadilan
Dengan menomor duakan dirinya sendiri
Tetapi Muka Guru diludahi

Katanya Guru sedang menjalankan reformasi
Maka Guru Berpuasa
Tak Ikut Mencuri
Tak Ikut Berkuasa
Tapi Guru Dibikin sengsara

Thursday, June 11, 2009

SEKILAS INFO BUAT REKAN SEPERJUANGAN SERTIFIKASI

SEKILAS INFO BUAT REKAN-REKAN

Pada hari Selasa, 9 Juni 2009, Kami kelompok SMP Negeri 1 Depok mengadakan bimbingan PKM dengan dosen pembimbing, secara kebetulan kami menanyakan jadwal untuk UAS ke pak Hartono, beliau mengatakan untuk jadwal UAS sbb:

UAS dilaksanakan tgl 23 Juni 2009 Jam Ke 2 dan 3
Mata Kuliah Evaluasi dan TIK
Bawa Tugas Individu masing-masing

Untuk Lebih Jelas hubungi lagi KM kita Mas Supriyadi, untuk mempertegasnya!!

Terima kasih, mudah-mudahan sekilas info ini bermanfaat !!

Thursday, April 23, 2009

BAHAN RENUNGAN BUAT PENDIDIK


PEMBELAJARAN MELEK MEDIA
Oleh : Iwan Sumantri, S.Pd
Kemajuan teknologi telah begitu dahsyat merambat kesegala sisi kehidupan manusia, termasuk kemajuan teknologi media. Televisi sebuah benda yang menurut penulis sudah menjadi anggota keluarga yang terus menerus berceloteh tentang berbagai ragam kehidupan selama 24 jam nonstop, menghabiskan waktu dan pikiran kita.
Hampir dapat dipastikan, sebagian besar keluarga (termasuk keluarga guru) di jagat raya ini lebih banyak menghabiskan waktunya bercekrama dengan televisi. Tidak sedikit para remaja (para siswa) yang bertaklid buta kepada benda tersebut, tanpa reserve sama sekali, sehingga televisi akhirnya menjadi pedoman dalam segala aktivitas kesehariannya. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa kebenaran bagi para remaja adalah sesuatu yang ditawarkan dan di “ajarkan” oleh televisi.
Bagi sebagian besar orang, televisi memang sudah memiliki banyak peran, mulai dari peran sebagai guru hingga peran sebagai pengasuh atau baby sitter, yang sangat merugikan perkembangan anak berumur dibawah lima tahun. Hal ini dapat menghitam-putihkan karakter anak di usia selanjutnya.
Televisi memang merupakan benda yang sangat mengasyikan bagi anak, tetapi dampaknya adalah kecerdasan emosi dan kemampuan kognitif serta daya pikirnya dapat terhambat bila terlalu lama waktu dihabiskan di depan televisi, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan di masa berikutnya. Sementara orang tua lebih suka anaknya duduk di muka televisi dibanding bermain di luar rumah.
Mabuk televisi memang sudah begitu jamak di tengah masyarakat kita. Jangankan anak di bawah usia lima tahun, orang dewasapun demikian. Televisi membawa dampak yang tidak kecil terhadap pola hidup orang dewasa seperti meningkatnya budaya konsumtif yang merupakan kesuksesan para produsen memanfaatkan kedahsyatan media.
Karena televisi sudah menjadi bagian dari masyarakat modern, maka sudah selayaknya Departemen Pendidikan Nasional menyisipkan kurikulum yang dapat membimbing masyarakat khususunya peserta didik di sekolah, agar dapat mengetahui dan memiliki bekal untuk berinteraksi dengan media atau televisi. Pemerintah, khsusunya Depdiknas seharusnya sensitif atas kemajuan teknologi terhadap perkembangan dan prestasi belajar siswa, kemudian mencarai alternatif atau terobosan untuk membentengi peserta didik dari dampak negatifnya.
Kurikulum pendidikan sudah saatnya menyisipkan muatan yang memberi arahan atau bimbingan kepada masyarakat, sehingga dapat memanfaatkan media, khususunya televisi, menjadi media yang benar-benar bermanfaat bagi penontonnya. Sebab selama ini penonton tidak mempunyai bekal untuk berinteraksi dengan televisi. Akibatnya, semua yang keluar dari mulut televisi menjadi sebuah kebenaran dan di telan mentah-mentah oleh penonton, khususunya penonton usia dini atau anak-anak.
Penonton perlu diajari apa manfaat bagi mereka dari sebuah tayangan atau iklan yang disampaikan. Disamping itu, penonton sudah selayaknya selektif dalam meonoton tayanag yang ditawarkan oleh pihak televisi, sehingga tidak semua tayangan menjadi tontonan wajib. Sementara pihak pengelola televisi juga harus memikirkan masa depan para penonoton anak-anak. Oleh sebab itu, bentuk tayangan yang menyedot perhatian remaja atau anak-anak selayaknya di tayangkan di luar jam belajar anak.
Disamping itu, pesan yang merugikan penonton perlu dihiliangkan, seperti pesan “tetaplah bersama kami”, sebaiknya diganti dengan “silahkan jika Anda ingin meninggalkan kami”. Dari pesan ini diharapkan penonton akan teringat atau di ingatkan akalu mereka masih memiliki segudang kegiatan yang ternyata jauh lebih bermanfaat dan bernilai dari hanya sekedar menenoton televisi.

Thursday, April 2, 2009

TEROR UN 2009



TEROR UJIAN NASIONAL DATANG LAGI !
Oleh : Iwan Sumantri, S.Pd
(Guru SMP Negeri 3 Cibadak Kab.Sukabumi)

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dari tahun ketahun yang selalu diwarnai dengan berbagai kontroversi. Ada kelompok yang menolak UN sebagai penentu kelulusan, ada pula kelompok yang selalu mendukung pelaksanaan UN sebagai salah satu alat ukur peningkatan mutu pendidikan. Masing-masing pihak memberi alasan yang rasional dan di dukug dengan berbagai pertimbangan. Meski ditanggapi pro dan kontra Ujian Nasional (UN) tetap akan dilaksanakan.

Terlepas dari kontroversi pro dan kontra, adalah realita yang sulit dipungkiri bahwa pelaksanaan UN senantiasa menjadi ‘TEROR’ bagi para siswa, para orang tua, para guru, para kepala sekolah dan pihak-pihak yang terkait dilapangan sebagai penyelenggara/pelaksana UN.
Pemerintah telah menetapkan ‘pasing grade’ yang tertuang dalam POS UN tahun 2008/2009 dengan nilai rata-rata 5,50, untuk seluruh mata pelajaran yang di ujikan secara nasional. Angka tersebut menunjukkan peningkatan ‘ pasing grade’ UN 2008/2009 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya minimum 5,25 nilai rata-rata untuk seluruh mata pelajaran yang di ujikan secara nasional.

Ujian Nasional merupakan Teror? Ya, gimana tidak, sejak siswa naik ketingkat kelas IX untuk tingkat SMP/MTs atau yang sejenis, siswa naik ketingkat kelas XII untuk SMA/MA/SMK dan ditambah dengan adanya peningkatan Standar Kelulusan telah mengundang kekhawatiran para siswa, orang tua dan penyelenggara pendidikan mengingat pada tahun sebelumnya 2007/2008 jumlah siswa yang tidak lulus UN cukup banyak dan turut memakan korban beberapa siswa yang tergolong cerdas di sekolahnya.

Kilas balik pelaksanaan UN tahun 2007/2008 diberbagai daerah menjadi fokus berita berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, berbagai peristiwa pun mewarnai dan mengundang keprihatinan, kecemasan, katakutan, dan perasaan lain yang menghinggapi semua komponen pelaksana lapangan dalam UN, bagaikan orang mendapat teror dari seorang teroris yang akan menghancur suatu tempat dengan bom waktunya. Mudah-mudahan ini tidak terjadi untuk tahun sekarang.

Banyak perilaku yang dilakukan oleh penerima teror langsung UN seperti guru , kepala sekolah, wakil kepala sekolah terlibat konspirasi dalam “membantu” kepada para siswanya, hilang jati dirinya, kewibawaannya, moralnya yang terjerumus kepada kepentingan dan keinginan sesaat atas nama reputasi untuk menolong siswa memperoleh hasil UN yang memuaskan. Sang “Pahlawan Tanpa tanda jasa” pun terancam menjadi pesakitan di kursi pengadilan dan menjadi calon penghuni trali besi, alangkah naifnya dan memprihatinkan!
Ujian Nasional nampaknya menjadi ujian terberat bagi siswa dan penyelenggara pendidikan karena dampaknya yang cukup luas. Hampir diseluruh daerah hasil UN dijadikan tolak ukur kinerja Kepala Dinas Pendidikan disuatu daerah, hasil UN juga dijadikan salah satu indikator keberhasilan kepala daerah (gubernur/bupati/walikota) dalam memajukan pendidikan di daerahnya.

Dalam rapat-rapat dinas dengan Kepala Dinas Pendidikan para gubernur dan bupati/walikota selalu mengingatkan untuk memperoleh hasil UN yang optimal, para Kepala Dinas tentu saja mengintruksikan kepada para kepala sekolah untuk mensukseskan hasil UN. Intruksi ini diteruskan oleh para kepala sekolah kepada para panitia UN disekolah-sekolah penyelenggara UN ( terutama guru-guru mata pelajaran yang di UN-kan).
Instruksi ini mengandung dua konsekuensi, tidak menutup kemungkinan ada kepala sekolah yang dengan kesadaran yang tinggi mempersiapkan anak didiknya untuk menghadapi UN dan melaksanakan UN dengan fair yang jumlahnya sedikit.
Disisi lain mungkin ada kepala sekolah yang pesimis dengan potensi anak didiknya, kurang optimal dalam persiapan, dan akhirnya atas nama “ misi mensukseskan hasil UN” melakukan kecurangan-kecurangan yang mendasar dan fatal.

Itulah dampak teror UN yang bisa dirasakan saat ini, sekarang bagaimana mensikapi teror tersebut dengan bijak di lapangan. Untuk para orang tua harus menjadi partner sekolah yang betul-betul mengetahui kekurangan dan kelebihan anaknya, siap anaknya manakala tidak LULUS dan tidak menyalahkan pihak sekolah, para guru dan para kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk menyamakan presepsi bahwa profesi guru adalah profesi mulia, sebagai seorang yang patut digugu dan ditiru, hendaknya menahan diri untuk melakukan perbuatan yang merendahkan martabatnya. Betapa harumnya profesi guru, terhormat ditengah masyarakat mana kala kita menjaga nya dengan sungguh-sungguh, kita jangan terjebak pada angka-angka hasil UN, namun lebih peduli pada proses yang menimbulkan angka-anga tersebut. Dengan kata lain, tidak ada artinya kesuksesan memperoleh hasil UN yang memuaskan, jika itu diperoleh melalui rekayasa-rakayasa yang menyesatkan.










Thursday, March 12, 2009

PUTARAN AKHIR PKM DEPOK 1


Akhir PKM Depok 1 Yang Menyenangkan dan Sekaligus Menyedihkan ! Oleh: Iwan Sumantri, S.Pd

Usai sudah kegiatan PKM Kelompok kami DEPOK 1. Dari 3 putaran PKM yang sudah kami lakukan, Kamis, 12 Maret 2009 adalah hari terakhir kelompok kami melakukan PKM lewat Lesson Study. Masing-masing anggota ( Pak Karso, Pak Agus Achmad, Pak Imam, Pah Ahmad Agus S ) sudah menempuh 3 kali putaran mulai dari PLAN, DO dan SEE. Khusus untuk penulis kegiatan akhir untuk implementasi RPP dan observasi serta Refleksi hari Rabu, 11 Maret 2009. Implementasi RPP dan Observasi penulis dilaksanakan dikelas 9A dengan materi pelajaran SEGI EMPAT dengan model pembelajaran type JIGSAW. Banyak hal yang penulis dapatkan dari implementasi dan observasi tersebut. Sesuai dengan RPP yang penulis buat kegiatan KBM berjalan dengan lancar sesuai dengan skenario pembelajaran yang dibuat, hanya dalam hal pengaturan waktu yang masih perlu diperhatikan. Dan yang paling berkesan untuk penulis pada pertemuan ketiga tersebut, penulis mencoba melakukan observasi melalui peserta didik dengan meminta komentar-komentar mereka sekitar pembelajaran yang sudah penulis lakukan untuk peningkatan pembelajaran berikutnya, dan inilah uangkapan tulus anak-anak 9a sekitar PBM yang penulis lakukan, yang menurut penulis sangat bermanfaat dan berharga sekali dan juga mungkin buat anggota kelompok kami DEPOk 1.

Inilah Komentar Tulus Anak-anak 9A yang bisa penulis rangkum tanpa ada sensor :

* Semoga lebih baik dalam mengajar, semoga sampai di rumah dengan selamat!

* Bapak Menyenangkan!

* Enak belajar sama bapak, matematika jadi menyenangkan, cara mengajarnya beda!

* Belajar dengan bapak menyenangkan, tapi materinya itu-itu aja Bosan BOS! Kapan ke Jogja lagi?

* Selama bapak mengajar, saya sangat senang sekaligus dapat menambah pengalaman. metode yang digunakan oleh bapak b'beda dg metode yg digunakan oleh guru-guru yg lain. Tp saya sangat berterima kasih bisa dijarin bapak 3 kali. Semoga Bapak tetap sukses dalam berkarir.Good Luck.... Love Mathemathiic..

* Menyenangkan, lucu, mudah menangkap pelajaran, Semoga lebih sukses

* Asik siih, soalnya cara belajarnya lebih sru dan unik begitu deh. Kadang-kadang saya merasa tambah bingung karena tak biasa dengan metode yang biasa. Makin kreatif Pak! "men ora garing" doakan kami anak-anak depsa (yg rame-nya pol) spy lulus dg nilai yang apik. semoga sukses!!

* Asik ngajarnya, tapi cerewet!

* Ngajarnya menyenangkan juga sambil humor!! Tapi jangan mudah marah kalau murid pada rame

* Asyik kalao nagjarnya, tapi kalo bisa misal ngasih soal sama anak2 waktunya jangan sedikit

* Saya sangat setuju dengan metode pembelajaran bapak, karena metode diskusi seperti itu belum pernah ada di sekolah kami.

* Pak tuh kalau ngajar enak... truz juga seru... kalau ngajar jangan cepet-cepet pak! kalo ke jogja lagi jangan lupa kesini

* Enak dan menyenangkan! kalu ke Jogja jangan lupa bawa Ping-ping dari bandung

* Bagus pak cara mengajarinya, lebih enak praktek daripada teori!

* Pelajarannya mudah, dan menyenangkan, tetapi kalau ngajar jangan cepat-cepat, nanti ada yg tidak bisa mengikuti

* Belajar dengan bapak saya mendapatkan hal yang belum saya dapatkan sebelumnya, sekarang menjadi paham. Kalau memberikan tugas jangan dengan waktu yang sedikit atau minimal

* Bapak ngajar baik dan jelas. Kekurangannya adalah waktu saat mengerjakan LKS terlalu cepat dan alat peraganya lebih canggih lagi. Saya menyarankan supaya pake Laptop dan peke OHP!

* Menurut saya diajar dg bapak itu menyenangkan dan lumayan seru!

* Kalau bapak sedang mengajar diusahakan lebih tegas lagi!

* materi yg dijelaskan dapat diterima dan cukup jelas, menarik karena diselingi permainan. Waktu untuk tes terlalu singkat, usahakan pembagian waktu antara penjelasan/pendahuluan materi dengan tes diseimbangkan dan disesuaikan

* Kesan saya selama diajari bapak Ajaib. soalnya mentode ngajarnya beda, ada aja yang baru. Kerja kelompoknya juga gak gitu-gitu aja... Super deh! Orangnya juga, beuh... baik bangte. Gak marah-marah, gak bikin bosan, soalnya gak cuma dijelasin, trz ngerjain soal mpe'pusing.... sambil maen kartu gitu Plus ada hadiahnya lagi. Jangan kapok datang kesini ya??? terusin cara ngajar bapak, yang aneh bgt, tapi seru... and besok klau datang ajarin bahas sunda sana, sekalian bawa oleh-oleh makanan dari jawa barat!

* Saya rasa metode mengajarnya santa menyenangkan, pokoknya sae atuh... membuat anak-anak 9a ngerti tentang materi yang dijarkan, oiia saya ucapkan terima kasih ... sudah memberi cara pengajaran yang fresh...

* Selama 3 hari diajar sama bapak, rasanya cukup menyenangkan. Tidak terlalu membosankan, santai tapi serius jadi siswa2 9a tidak terlalu tegang, juga kreatif dalam membuat permainan yang berhubungan dg matematika. semoga dapat mengajar lebih baik dan dapat memperoleh p[restasi selama mengajar, dan semoga menjadi contoh yang baik dan menginpirasi siswanya untuk belajar lebih giat lagi sehingga dapat menjadi siswa yg berprestasi juga?

* Cara mengajarnya sangat baik, dengan menggunakan diskusi-diskusi agar murid-muridnya aktif. Cara mengajarnya juga menyenangkan dan tidak terlalu tegang, tetapi menurut saya waktu yg diberikan terutama dalam mengerjakan tugas individu terlalu sedikit, sehingga terkesan tergesa-gesa dan tidak dapat mengerjakan dg baik, sebaiknya lebih diatur dengn baik lagi

* Cara mnengajarnya dan metode pembelajarannya sangat baik,..... bapak itu seru,...lucu, agak sedikit cerewet, tapi tetetp seru ....!

* Bapak orangnya baik, dlm mengajar juga asik, karena menggunkanan alat perga dalam mengajar, berbeda dgn guru-guru yang lain. Bapak bisa membuat pelajaran matematika menjadi tidak membosankan, bapak orangnya juga lucu....jangan lupa doakan kami semua lulus 100%

* Dengan metode pembelajaran sep[ertyi ini pelajaran menjadi tidak menegangkan, menjadi lebih santai dan asik, sehingga matematika yang dianggap sulit menjadi lebih mudah

* Bapak itu ngajarnya asik, metodenya seru abiiezz...apalagi kalu ngomongnya pakai logat2x batak! aneh tapi lucu!

* Enak diajak bercanda, tapi kadang-kadang juga tegas. Enak kok... sukses terus ya...!

* kalau ngajarnya asik, enak. Kalau bisa ngajarnya juga pakai bahasa sunda biar kita-kita tahu bahasa sunda

* Selama bapak mengajar di 9A, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan. Cara mengajar bapak dengan alat peraga sangat memudahkan saya untuk lebih memahami dan mengerti lagi tentang metode matematika yang rumit. selain itu cara mengajar dengan permainan dan diskusi bisa mengurangi kebosanan dalam pelajaran matematika, dan itu sangat mengasyikannn...!

* Sii... bapak teh...asiik pisan eeuuyyy..... sukses buat bapak

Itulah lah ungkapan tulus anak-anak kita, yang bisa jadi bahan masukan yang berharga buat kita, khususnya penulis . Ternyata anak kita haus akan hal-hal yang baru, yang inovatif yang mengajak pada kita agar kita dalam mengajar tidak MONOTON... Tradisional.....

Terimakasih anak-anakku khususnya siswa kelas 9A, kalian telah memberikan masukan yang berharga buat penulis, semoga ungkapan tulus kalian menjadi motivator penulis (Bapak) untuk bisa lebih baik dari hari-hari di SMP Negeri 1 Depok. Doa Penulis (Bapak) semoga kalian semuanya LULUS 100% di UN 2009 nanti dengan nilai yang memuaskan !!! Sukses selalu !

Friday, March 6, 2009

PKM DEPOK 1 TAHAP KEDUA




PLAN, DO DAN SEE PKM PUTARAN KE-2 DEPOK 1 YANG ....
Oleh: Iwan Sumantri, S.Pd

Pada Putaran Kedua PKM SMP Negeri 1 Depok seperti biasanya diawali dengan Plan, Implementasi dan Refleksi. Sebagaimana biasa kami melaksanakan semua itu. Kebetulan untuk penulis Plan ke 2 dilaksanakan Rabu, 25 Maret 2009 pada pukul 08.30 sd 09.50. Tidak banyak yang didiskusikan pada waktu itu sebab penulis sudah belajar dari PLAN 1 sebelumnya.
Pada Tahap Implementasi RPP tahap kedua inilah banyak hal yang penulis temukan. Belajar dari Implementasi 1 penulis berusaha untuk memperbaiki pembelajaran, tapi masih saja banyak hal yang diluar perhitungan penulis terutama masih pengaturan waktu pada tahap-tahap pembelajaran pendahuluan, kegiatan inti dan penutup belum pas sebagaimana yang direncanakan pada RPP
Pada Tahap refleksi inilah penulis sampaikan hal-hal tersebut, diskusi seperti biasa berjalan cukup a lot untuk memperbaiki pembelajaran pada tahap berikutnya, banyak masukan-masukan yang penulis dapatkan terutama dari guru pamong yang menjadi bekal dan ilmu berharga yang nanti bias digunakan dan dimanfaatkan pada putaran berikutnya juga nanti setelah penulis selesai sertifikasi ini. Yang jelas Lesson Study membawa banyal hal perubahan guru terutama dalam pembelajaran untuk mencerdaskan anak bangsa. ( Bersambung )
DAFTAR NILAI
KEGIATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA
KELAS 9A SEMESTER 2 SMP NEGERI 1 DEPOK
TAHUN PELAJARAN 2008/2009
No
Nama Siswa
L/P
Nilai Yang Diperoleh
Klpk
Test 1
Kel
Test 2
Kel
Test 3
Ket
1
ADITYA YUDI TAURISANTO
L
8,80
9,50
9,7
4



2
ADREANUS SAPTA ANGGARA
P
9,0
8,50
9,4
9



3
AGNES SONY FIDANTI
P
8,10
9,50
9,8
10



4
AGNES WIGA RIMAWATI
P
8,10
10
9,8
10



5
AGUSTINUS ARGI ARDYAN
P
8,60
10
9,8
9



6
AMANDA RAMBU YULIANA
L
9,40
10
9,8
8



7
AYU WIDIANINGRUM
L
10
8
9,7
10



8
BAYU AJI ALIM PAMBUDI
L
8,60
9,50
8,7
7,5



9
DIONISIUS ANGGER P.W
P
8,60
9
9,7
7



10
ELIZABETH RONNA M
P
7,50
7,50
9,7
9



11
ESTER KURNIANTI
P
8,50
10
9,5
10



12
FRANSISKA NADIA PUSPA
P
8,10
10
9,8
4



13
GREGORIUS OKTAVIANI
P
8,60
10
9,8
9



14
HALIFARDI
L
9
8,50
9,6
9



15
I PUTU AJUN DEWASTU W.P
L
8,80
10
9,4
9



16
ISTI ROFIAH
L
9,40
8,50
9,6
3



17
LAKSMITA WIDYA ASTUTI
P
7,50
9,50
9,8
9



18
M.ANAS LUTHFI W
L
8,60
10
8,7
7



19
MOHAMAD ARSYAD W
L
9
7
9,8
9



20
NUR AINI KARTIKASARI
P
8,50
10
9,5
8



21
OTNIEL HANDITYASA P
P
-
-
9,6
6,5



22
PAULUS ROSI ISMOYO AJI
P
9
10
9,4
9



23
PHILIA ANUGRAH MANONSIH
P
7,50
8,50
9,6
9



24
PRISKILA DAYU ELDIANA
P
8,50
9
9,5
6



25
PUTRIANA KUSUMANINGRUM
P
10
10
9,7
9



26
PUTU INTARAN WAHYU P
P
9
7,50
9,7
4



27
RIADINA MASITOH
P
8,50
10
9,5
4,5



28
RIDHO HIRJAN SAPUTRA
P
8,60
9,50
8,7
4,5



29
ROBERTUS ALLAN P
P
8,60
10
8,7
5



30
SATYA DEWANTARA
L
9
8,50
9,6
8



31
SCHOLASTICA FETRINA D R W
P
8,6
5,50
-
-



32
STEFANUS CHRISMAS Y K
L
8,60
9,50
9,6
9



33
STELLA ESPERANCA T H M N
L
10
10
9,8
9



34
STEPHANI RIA R P
L
9,40
9,50
9,8
8,5



35
STEPHANUS PANDU SAPUTRA
L
8,60
10
9,7
9



36
TESSA REVITASARI
P
9,40
10
9,6
4,5



37
TRINANDA HANUM HARTAN
P
-
-
9,8
8,5



38
VINANSIUS DWINANDA A
L
8,6
8,50
9,4
8,5



39
WILLIBRORDUS DAMAR G
P
8,60
9,50
9,8
5