Saturday, August 4, 2012

Belajar Dari UKG 2012

Catatan Kecil Dari UKG 2012
Oleh: Iwan Sumantri

Sejak 30 Juli sd 3 Agustus 2012 yang lalu, serentak Uji Kompetensi Guru (UKG) 2012 di gelar di seluruh tanah air. Salah satu dari ribuan guru adalah saya yang ikut UKG untuk mata pelajaran Matematika SMP.

Senin, 30 Juli 2012, tepat pukul 14.00 sd 16.30 Gelombang 3, UKG  dimulai di daerahku (SMA Negeri 1 Cibadak). Diawali dengan informasi tak koneknya server untuk gelombang 1 waktu itu, UKG gelombang 2 dan 3 berjalan dengan baik. 

Peserta gelombag 3 waktu itu berjumlah 20 guru. Diawali dengan penjelasan dan intruksi dari instruktur, kami memulai dengan mengisi nomor peserta dan NUPTK masing-masing peserta. Kurang lebih 15 menit kami berlatih dengan komputer dan UKG online. Ternyata UKG online dilihat tampilan sederhana sekali dan tak menyulitkan peserta UKG. 

Tepat pukul 14.00, kami serentak mengawali UKG online. Soal pertama waktu itu tak masalah, baik itu pedagogik maupun profesional. Tapi setelah 10 soal terlewati, mulai lah saya menemukan soal-soal yang kurang valid dan tak bisa di kerjakan secara logika orang matematika.

Berikut catatan soal yang menurut saya tak bisa di kerjakan:
1) Data soal kurang komponen yang diketahuinya
2) Gambar soal tak nampak/muncul
3) Ada beberapa soal tak ada jawabannya

Itu sebagian soal yang menurut saya susah untuk di kerjakan akhirnya saya hanya mengira-ngira jawaban. Disamping suasana yang gaduh dan berisik diantara para peserta juga mempengaruhi UKG online tersebut.

Dari 24 soal pedagogik, saya hanya menjawab benar 18 soal, 6 soal salah. Soal Profesional yang benar 48 dari 76 soal yang disajikan, jadi nilai akhirku 66.....belum Lulus !

Terlepas pro dan kontranya UKG 2012 dimata guru, banyak hal yang dapat saya petik dan menjadi pembelajaran serta intropeksi pribadi untuk kedepannya.
1) Untuk jadi Guru profesional ternyata perlu waktu dan kesiapan segalanya (Kompetensi pedagogik,profesional,kepribadian dan Sosial perlu di evaluasi secara pribadi)
2) Ternyata  Jadi Guru Profesional itu harus selalu belajar dan belajar terus ( ICT dan pengetahuan lainnya perlu di kaji lebih)
3) Jangan selalu menyalahkan pihak lain (pemerintah). Jadikan UKG ini bahan mengevaluasi diri masing-masing kekurangan yang ada pada kita)
4) Guru rasa-rasanya harus siap kapan dan dimanapun kita akan di uji. Seperti kita mengajar,mendidik dan melatih peserta didik kita.
5) Buang jauh-jauh perasaan yang umum dan menghinggapi para guru " Takut/resah/tak nyaman" jika ada supervisi/test/ujian/ buat guru
6) Selalu mengikuti perkembangan jaman ( buang jauh-jauh budaya instan)
7) Jangan selalu berkelit/berargumen yang negatif terhadap segala bentuk aturan yang di sodorkan pemerintah/pemda/pihak tertentu, sebaiknya selalu berpikir dan menjadikan hikmah buat intropeksi diri pada diri kita masing-masing.
8)  Masih ada waktu untuk selalu mempersiapkan dan belajar kedepannya. Ada atau tidak adanya UKG kita harus sudah mempersiapkan diri.

Demikian secuil catatan kecil UKG 2012 , mudah-mudahan ini menjadi bahan renungan saya dan juga para guru kedepannya!
Album Foto Kegiatan UKG 2012 bisa dilihat disini !

1 comment:

Efrina Damayanti said...

saya sangat setuju dengan diadakannya ukg, karena dari situ dapat diambil banyak kesimpulan, yang salah satunya adalah apabila hasil pendidikan di negeri ini terpuruk disebabkan karena pendidiknyapun belum memiliki kemampuan profesional (rata-rata dalam satu sekolah yang lulus ukg tidak lebih dari 5%). apabila ada nada miring baik dari guru sendiri maupun dari pgri tentang tidak setujunya diadakan ukg, bisa kita tebak bahwa organisasi atau guru tersebut tidak memiliki kelayakan profesional atau merasa malu dilihat banyak orang bahwa dia tidak pantas menjadi guru profesional..