Monday, October 15, 2012

Harapan Seorang Guru Untuk PLN

Harapan Seorang Guru Untuk PLN
Oleh : Iwan Sumantri

Berbicara tentang PLN, jadi ingat masa lalu waktu sekolah di STM Kota Sukabumi jurusan Listrik tahun 1984 sd 1987. Teringat kembali memori waktu sekolah, yang setiap hari bergelut tentang listrik. Sayang sekali, karena cita-cita ingin jadi guru akhirnya untuk bisa kerja di PLN jadi pupus. Tapi tak masalah, sudah jadi jalan hidup saya untuk jadi seorang guru.

Berbicara tentang listrik tentunya tak akan lepas dengan PLN, salah satu Badan Usaha Milik Negara dan pemegang hak dalam penyediaan Listrik bagi semua lapisan masyarakat Indonesia dengan mottonya "  Listrik Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik " .


Hampir semua lapisan dan golongan masyarakat mengetahui apa itu PLN? So pasti mereka akan menjawab sebuah perusahaan yang menyediakan listrik. Tapi tak banyak orang mengenal Profil perusahaan ini.
Berikut saya sampaikan Profil perusahaan  PLN ( sumber : http://www.pln.co.id/?p=102)

Profil Perusahaan


Visi & Misi

Visi
Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.



Misi
  • Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
  • Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
  • Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
  • Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Moto
Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Sejarah

Berawal di akhir abad ke 19, perkembangan ketenagalistrikan di Indonesia mulai ditingkatkan saat beberapa perusahaan asal Belanda yang bergerak di bidang pabrik gula dan pabrik teh mendirikan pembangkit listrik untuk keperluan sendiri.

Antara tahun 1942-1945 terjadi peralihan pengelolaan perusahaan- perusahaan Belanda tersebut oleh Jepang, setelah Belanda menyerah kepada pasukan tentara Jepang di awal Perang Dunia II.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada Sekutu. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif menghadap Presiden Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik sebesar 157,5 MW.

Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada saat yang sama, 2 (dua) perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pengelola tenaga listrik milik negara dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola gas diresmikan.

Pada tahun 1972, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.17, status Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditetapkan sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara dan sebagai Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan (PKUK) dengan tugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

Seiring dengan kebijakan Pemerintah yang memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan listrik, maka sejak tahun 1994 status PLN beralih dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dan juga sebagai PKUK dalam menyediakan listrik bagi kepentingan umum hingga sekarang.

Untuk bisa berharap dan memberikan masukan kepada pihak PLN, seyogya nya kita perlu tahu dulu bagaimana tentang PLN dari berbagi segi yang kita rasakan , untuk itu sebagai bahan pengetahuan saya coba mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat tentang PLN berikut ini :
Bisnis PLN
PLN Peduli
Pedoman Perilaku

Harapan Seorang Guru Untuk PLN ,setelah saya mempelajari profil, bisnis dan aktifitas PLN lainnya yang saya ketahui dan dirasakan khususnya di dunia pendidikan yang tak bisa lepas dari dunia Listrik ( PLN ) adalah sebagai berikut :
  • Pasokan listrik ke tiap-tiap daerah belum merata. PLN terangi Nusantara baru sebatas selogan. Ini PR buat PLN . Diharapkan 5 tahun kedepan semua daerah di pelosok Nusantara tanpa kecuali sudah bisa di jangkau oleh PLN, terutama di dunia Pendidikan
  • Masih seringnya pemadaman listrik secara sepihak. Ini mengganggu sekali bagi dunia pendidikan khususnya, dan tentunya bagi pelaku usaha lainnya. Bagimana ini agar tidak terjadi? PR berikutnya buat PLN
  •  Dalam menjalankan bisnisnya, PLN masih belum maksimal dalam memperlakukan pelanggan, mitra usaha, dan pemasok dengan adil tanpa membeda-bedakan
  • Keterbukaan dan kejujuran dalam pencatatan rekening listrik masih belum optimal. Masih ada warga masyarakat yang komplen akan tagihan listriknya yang membengkak karena petugas pencatat asal mencatat.
  • Masih ada oknum dan mitra PLN yang nakal dalam pemsangan Listrik baru . Masih belum optimal dengan harapan PLN ingin membangun citra positif dalam melayani pelanggan, selain harus menertibkan perilaku internal PLN maka perilaku mitra kerja PLN juga harus tertib. Caranya dengan membuka akses seluas-luasnya bagi pelanggan untuk berhubungan langsung ke PLN dengan memanfaatkan teknologi informasi terkini dan membangun sistem kendali pada proses bisnis di PLN.Tapi perlu diingat tak semua warga masyarakat bisa menggunakan teknologi informasi terkini ( internet)
  • Kontribusi bagi dunia pendidikan belum terasa dan dinikmati ( baru sebatas penyediaan Listrik untuk Proses Belajar Mengajar ) itupun harus di bayar perbulannya. Besaisiswa bagi Siswa dan guru dari PLN yang saya tahu belum bisa dinikmati oleh sekolah kami.
  • Pelayanan akan gangguan dan pemasangan listrik baru bagi dunia sosial ( mesjid, sekolah dll) masih lamban dan perlu waktu lama. Tak sesuai dengan logo PLN sebuah petir atau kilat
  •  Jangan terlalu sering menaikkan Tarif Dasar Listrik. Tak sesuai dengan Misi PLN mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi. Jika tarif dasar listrik sering naik bisa di bayangkan bagaimana kegiatan ekonomi kita, yang sumber pokonya dari listrik.
Itulah secuil harapan Seorang Guru dari daerah untuk PLN yang sudah bisa merasakan nikmatnya menggunakan listrik untuk menerangi anak-anak bangsa dalam rangka menjadikan mereka generasi emas Indonesia.

Sukses buat PLN di hari Listrik Nasional yang ke 67, sukses juga buat para Konsumen dan kita semuanya !


8 comments:

Puteri Lee Queenie Blog~ said...

Harapan Yang Tulus Pak Guru...semoga PLN bisa mendengar dan meresponnya !

Yani Sumanti said...

PLN...mudah-mudahan mendengar harapan Pak Guru ! Semoga sukses Pak Guru Harapannya bisa di apresiasi oleh PLN !

IWAN SUMANTRI said...

@ Puteri LQ : Makasih atas apresianya...mudah2 an PLN dan mendengar dan merespon..itu harapan kita selaku konsumen Listrik !

IWAN SUMANTRI said...

@ Bu yani S : Makasih atas dukungan dan doanya....selamat dan sukses !

krani said...

Setuju Pak Usulan atau harapan....Benar sekali manakala Listrik mati/padam...wah terasa sekali dampaknya apalagi di dunia pendidikan dan dunia usaha ! Sukses buat Bapa !

IWAN SUMANTRI said...

@Mba Krani : Makasih atas suport dan apresiasinya...semoga harapan kita bisa di aktualisasikan oleh PLN !

dickry anugrah said...

Semoga harapan dan keinginan yang tulus bisa di respon oleh pihak PLN !

IWAN SUMANTRI said...

@Dikry A : Amin....semoga untuk kebaikan dan Perbaikan PLN ke depannya !