Sunday, February 25, 2018

Mimpi Jadi Nyata : “Ternyata Bahagia itu Ada”


Mimpi Jadi Nyata : “Ternyata Bahagia itu Ada”
Oleh : Orang Yang Punya Mimpi

Cibadak, 23 Pebruari 2018, tepat 51 tahun yang lalu lahir seorang bayi yang diberinama Iwan Sumantri. Perjalanan hidupnya penuh dengan suka dan duka. Berpisah dengan kedua orang tua di usia 2 tahun tentu sesuatu banget untuk anak se-usia tersebut. Bermodalkan keprihatin dan semangat untuk menjalani hidup bekal sosok Iwan Sumantri untuk mengarungi deras dan kejamnya kehidupan di era tersebut. Sekolah SD di jalaninya dengan lama 5 tahun, berlanjut ke tingkat SMP disalahsatu sekolah swasta yang Nasionalis yaitu Tamansiswa Cibadak diselesikan dengan waktu 3 tahun. Mimpi seorang Iwan Sumantri untuk melanjutkan sekolah ke SMA tak bisa terkabulkan karena kondisi dan situasi keluarga yang tak memungkinkan, akhirnya sosok Iwan Sumantri masuk Sekolah Teknologi Menengah (STM) Negeri do kota Sukabumi pada tahun 1984 sd 1987. Bermodalkan beasiswa Supersemar, sekolah tersebut dapat terselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun .

Cita-cita ingin jadi guru dan kuliah di IKIP tahun 1987 hanya tertuang di secarik kertas buram yang tersimpan rapi, asa dan harapan seperti kebanyakan orang kuliah di perguruan tinggi negeri hanya mimpi dan harapan saja. Kondisi dan keadaan orang tua angkat tak memungkin untuk kuliah seperti kebanyakan anak seuisianya. Hanya doa dan senandung harapan tiap malam yang bisa dilantunkan. “Kapan saya bisa kuliah di perguruan tinggi negeri?”.

Sejak keluar dari STM, sosok Iwan Sumantri mencoba belajar jadi guru di SMP Tamansiswa. Bermodalkan keinginan dan semangat untuk jadi guru, dijalaninya dengan ikhlas dan rasa syukur. Belajar “ngajar” di Tamansiswa telah membantu sosok Iwan Sumantri untuk jadi seorang guru. Dengan ajaran Ki hajar Dewantara: “ Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” menjadi bekal kelak nanti untuk menjadi guru professional.

Sambil belajar “Ngajar” sosok Iwan Sumantri juga belajar mandiri. PGSLTP sampai jenjang Perguruan Tinggi dia tempuh. Tahun 2002 sosok Iwan Sumantri mendapat tambahan dibelakang namanya menjadi Iwan Sumantri,S.Pd. Mimpi untuk kuliah di negeri tetap menyala dan berkobar dalam dirinya.

Tahun 2008 sd 2009, Iwan Sumantri mendapat kesempatan untuk kuliah sertifikasi di Universitas Negeri Yogyakarta, setengah mimpinya sudah bisa jadi nyata….namun mimpi untuk bisa kuliah di IKIP Bandung (sekarang menjadi UPI) tetap berkobar dan menjadi mimpi yang terus membayangi dalam hidupnya.

Menikah tahun 1994 dengan sosok perempuan sederhana Yani Sumanti telah di karunia 3 anak. Anak Pertama lahir 3 Juni 1995, dia beri nama Krani Pratiwi yang memiliki arti Krani=Sekretaris; Pratiwi = bumi kaum wanita. Anak kedua lahir 13 Juni 2002 di beri nama Hammam Pratama Putra. Hammam berarti Keinginan yang Kuat, Pratama = pemimpin regu dalam penggalang, Putra= anak laki-laki. Anak ketiga di beri nama Ataya Rachman Pradana Putra. Ataya mengandung arti anugerah, Rachman = Rahmat dari Allah SWT, Pradana = pemimpin dalam sangga-sangga di pramuka penegak, putra = anak laki-laki.

Mimpi untuk bisa Kuliah di perguruan tinggi negeri (IKIP/UPI) di dengungkan dalam setiap doanya “Jika aku tak bisa kuliah di IKIP/UPI karena itu kehendak-MU, semoga Engkau berikan kesempatan itu pada anakku”., Ya Rabb Engkau maha mengetahui segala”.

Allah SWT telah mengabulkan dan memberikan Mimpi Jadi Nyata.

Rabu, 21 Pebruari 2018, tepat pukul 10.00 WIB, sosok Krani Pratiwi, S.Psi  disebutkan namanya di acara Wisuda Sarjana Gelombang I Tahun 2018 yang dipimpin langsung oleh Rektor UPI Prof.Dr.H.Rd.Asep Kadarohman,M.Si. Bahagia tentunya sosok Iwan Sumantri menyaksikan dan mendengar nama itu. Kado Istimewa dan terindah Allah SWT berikan melalui sosok putri sulungnya Krani Pratiwi.


Krani Pratiwi,S.Psi (Dok Pribadi)
Tepat pukul 00.19, Jumat, 23 Pebruari 2018, WA dari Krani Pratiwi mencul di HP nya :
Ternyata bahagia itu ADA....Mimpi bertahun-tahun ternyata Jadi NYATA !


Bersama Keluarga Besar Krani Pratiwi Sumatri (Dok.Pribadi)



Video Wisuda Krani Pratiwi,S.Psi :

No comments: